Sondag, 12 Mei 2013

MANFAAT TEORI BELAJAR BAGI PENDIDIK PROFESIONAL


 
BAB I
PENDAHULUAN


A.                Latar Belakang Masalah
Pengajaran identik dengan pendidikan. Proses pengajaran adalah proses pendidikan. Setiap kegiatan pengajaran adalah untuk mencapai tujuan pendidikan. Pengajaran adalah suatu proses aktivitas mengajar dan belajar, didalamnya terdapat dua subjek yang saling terlibat, yaitu guru dan peserta didik. Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam melaksanakan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Adanya proses yang panjang dan tertata dengan rapi serta berjenjang akan memungkinkan belajar menjadi lebih baik dan efisien.

Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil atau tidaknya pencapai tujuan pendidikan hanya bergantung kepada bagaimana proses belajar yang di alami oleh murid sebagai anak didik. Menurut Cronbach dia mengemukakan dalam bukunya educational psychology dengan menyatakan bahwa “Belajar dengan yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu sipengajar mempergunakan panca indranya.
Tantangan dalam dunia pendidikan ke depan adalah mewujudkan proses demokratisasi belajar. Pembelajaran yang mengakui hak anak untuk melakukan tindakan belajar sesuai karakteristiknya dan potensi yang ada dalam diri anak. Salah stu faktor dalam lingkungan belajar yang mengedepankan keaktifan anak adalah realness, yaitu sikap sadar diri bahwa anak memiliki kekuatan disamping kelemahan, memiliki keberanian di samping rasa takut.
Teori belajar selalu dikaitkan dengan ruang lingkup bidang psikologi bahwa ada beberapa aspek yang harus mendapat perhatian, yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor. Hal inilah yang melahirkan berbagai teori dalam pembelajaran yang telah kita ketahui diantaranya, teori behaviorisme, teori humanisme, dan teori kognitif. Proses belajar dalam teori-teori ini terdiri atas pembentukan asosiasi atau suatu pembentukan hubungan antara gagasan, ingatan atau kegiatan pancaindra. Proses belajar yang digambarkan seperti itu menurut Pavlov terdiri atas pembentukan asosiasi antara stimulus dan respons refleksif.
















BAB II
PERMASALAHAN
A.  Pendidik Profesional
Guru profesional, menurut pandangan umum ialah pendidik yang dapat
dipatuhi (digugu) perikatanya serta diikuti (ditiru) perilakunya. Ia dipatuhi
apa yang dikatakan karena memiliki kecerdasan yang memadai dan diikuti apa yang
dilakukan karena memiliki budi pekerti yang mulia. Guru profesional ialah sosok
yang 'lengkap', cerdas, dan berbudi pekerti sebagai dasar untuk menjalankan
tugas keguruannya.
Proses pembelajaran  menuntut  Profesionalitas guru dalam pengunaan teori belajar. Teori  belajar merupan sumber daya yang tersedia untuk memahami belajar (learning). Dengan guru mampu memanfaatkan teori belajar, maka guru itu akan mampu memahami peran belajar bagi individu dan manusia.
Belajar bukan sekedar latihan akademik bagi individu, belajar merupakan aspek penting. Belajar dapat menjelaskan  tentang memperoleh berbagai kemampuan dan keterampilan, tentang strategi untuk menjelaskan peran di dunia, serta tentang sikap dan nilai yang memandu tingkah seseorang.
B.       Pengertian Teori Belajar
   Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil atau tidaknya pencapai tujuan pendidikan hanya bergantung kepada bagaimana proses belajar yang di alami oleh murid sebagai anak didik. Menurut Witharington (1952. h. 165) “belajar merupakam perubahan kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola proses yng baru yang berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”. Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh Crow and Crow dan Hilgrld. Menurut Crow and Crow (1958. h. 225) belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru. Sedangkan menurut hilgard (1962. h. 252) belajar adalah sutu proses dinama suatu perilaku muncul atau berubah karena adanya respon terhadap sesuatu siatuasi.
Dari defenisi yang telah dikemukakna diatas bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan tinggkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa bwlajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Teori adalah cara-cara atau metode yang digunakan untuk mempelajari atau meneliti sesuatu dalam sesuatu proses pembelajaran. Berarti teori belajar adalah cara-cara yang digunakan untuk memahami tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan.
C.         Teori-teori Belajar
Dalam perkembangannya, berbagai teori belajar yang telah disampaikan oleh para ilmuwan tidak ada yang menunjukkan keunggulan yang holistic, karena teori tersebut hanya memandang dari sisi dan aspek tertentu yang ada dalam diri manusia. Sehingga segi positif dari teori-teori tersebut perlu dikombinasikan untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal, serta disesuaikan dengan pribadi dan karakter tiap-tiap individu.



Adapun jenis-jenis teori belajar adalah, sebagai berikut:
1).  Koneksionisme
       Teori koneksionisme adalah teori yang ditemukan dan dikembangkan oleh    Edward L. Thorndike (1874-1949). Berdasarkan eksperimennya, Thorndike berkesimpulan bahwa belajar adalah hubungan antara stimulus dan respons. Itulah sebabnya, teori koneksionisme juga disebut “S-R Bond Theory” dan “S-R Psychology of Learning”. Di samping itu, teori ini juga terkenal dengan sebutan “Trial and Error Learning”. (Muhibbin Syah, 2008:105). Setiap manusia maupun organisme lainnya, jika dihadapkan pada situasi yang baru akan melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya coba-coba secara membabi buta. Jika dalam usaha coba-coba itu secara kebetulan ada sesuatu yang dianggap memenuhi tuntutan situasi dan kondisi, maka tingkah laku atau perbuatan yang kebetulan cocok itu akan diingatnya. Sedangkan perbuatan atau tingkah laku yang dianggap tidak dapat memenuhi tuntutan situasi dan kondisi akan dilupakan. Tingkah laku ini terjadi secara otomatis sehingga belajar itu dapat dilatih dengan syarat-syarat tertentu.
2).    Pembiasaan (Conditioning)
    Pelopor dari teori ini adalah Ivan Pavlov, kemudian dengan perkembangannya melalui percobaan-percobaan ditemukan teori-teori yang lain seperti menurut Burrhus Frederic Skinner dan Edwin R. Guthrie.
Teori ini hanya dapat diterima dalam hal-hal belajar tertentu saja, umpamanya dalam belajar penguasaan skills (kecekatan-kecekatan) tertentu (Ngalim Purwanto, 2007:91). Termasuk dalam hal ini adalah keterampilan psikomotorik siswa.
3). Kognitif
Teori kognitif menjelaskan, belajar bukan hanya sekedar merupakan proses asosiasi antara stimulus dan respons yang makin lama makin kuat karena adanya latihan-latihan atau ulangan-ulangan. Belajar terjadi jika ada pengertian (insight) yang muncul apabila seseorang setelah beberapa saat mencoba memahami suatu masalah, tiba-tiba muncul adanya kejelasan, terlihat hubungan antara unsur-unsur yang satu dengan yang lain kemudian dipahami sangkut pautnya. Belajar adalah suatu proses rentetan penemuan dengan bantuan pengalaman-pengalaman yang sudah ada.
Teori belajar kognitif ini sangat erat hubungan dan berasal dari teori kognitif dan teori psikologi. Tujuan dari teori psikologi adalah untuk membentuk hubungan yang teruji, yang teramalkan dari tingkah laku orang-orang pada ruang kehidupan mereka secara spesifik sesuai situasi psikologisnya. Teori kognitif dikembangkan terutama untuk membantu guru memahami orang lain, terutama muridnya. Ternyata hal ini dapat membantu si guru untuk memahami dirinya sendiri dengan lebih baik. Dalam teori kognitif belajar diartikan proses interaksional di mana seseorang memperoleh insight baru atau struktur kognitif dan merubah hal-hal yang lama.
Teori belajar kognitif dibentuk dengan tujuan mengkonstruksi prinsip-prinsip belajar secara ilmliah yang dapat diterapkan ke situasi kelas dengan menghasilkan prosedur-prosedur di kelas untuk mendapatkan hasil yang paling produktif. Teori belajar kognitif menjelaskan bagaimana seseorang mencapai pemahaman atas dirinya dan lingkungannya lalu menafsirkan bahwa diri dan lingkungan psikologisnya merupakan faktor-faktor yang saling tergantung satu dan lainnya. Teori ini dikembangkan berdasarkan tujuan yang melatar belakangi prilaku, cita-cita, cara-cara seseorang dan bagaimana seseorang memahami diri dan lingkungannya dalam usaha untuk mencapai tujuan orang tersebut. Setiap pengertian yang diperoleh berdasarkan pengertian yang diperoleh dari memahami diri sendiri dan lingkungannya yang disebut insight.
4). Konstruktivisme
Prinsip konstruktivisme adalah inti dari filsafat pendidikan William James dan John Dewey (John W. Santrock, 2008:8). Konstruktivisme menekankan agar individu secara aktif menyusun dan membangun pengetahuan dan pemahaman. Konstruktivisme dikembang luas oleh Jean Piaget, ia dikenal sebagai seorang psikolog yang pada akhirnya lebih tertarik pada filsafat konstruktivisme dalam proses belajar. Titik sentral teori Jean Piaget adalah perkembangan pikiran secara alami dari lahir sampai dewasa, menurut Piaget untuk memahami teori itu kita harus paham tentang asumsi-asumsi biologi maupun implikasi asumsi-asumsi tersebut dalam mengartikan pengetahuan.
c.    Fungsi Teori Pembelajaran
Sebuah teori pembelajaran biasanya memiliki 3 fungsi yang berbeda namun   saling terkait dengan erat. Antara lain fungsi – fungsi tersebut ialah :
1). Teori pembelajaran adalah pendekatan terhadap suatu bidang pengetahuan; suatu cara menganalisis, membicarakan dan meneliti pembelajaran. Teori pembelajaran berfungsi menggambarkan sudut pandang peneliti mengenai aspek-aspek pembelajaran yang paling bernilai untuk dipelajari, variabel-variabel independen yang harus dimanipulasi dan variabel-variabel dependen yang harus dikaji, teknik – teknik penelitian yang hendak digunakan, dan bahasa apa yang harus digunakan untuk mendekripsikan temuan-temuannya.
2). Teori pembelajaran berupaya meringkas sekumpulan besar pengetahuan mengenai hukum-hukum pembelajaran ke dalam ruang yang cukup kecil. Teori-teori pembelajaran, dalam upayanya meringkas sejumlah besar pengetahuan kehilangan akutasi dan kekompakkannya.
3). Teori pembelajaran secara kreatif berupaya menjelaskan apa itu pembelajaran   dan mengapa pembelajaran berlangsung seperti adanya hukum-hukum menunjukkan bagaimana pembelajaran terjadi teori-teori berupaya menunjukan menyapa pembelajaran terjadi. 
 Jadi teori pembelajaran berupaya menghasilkan pemahaman pokok tersebut yang merupakan salah satu tujuan khusus pengetahuan dan juga bentuk-bentuk kegiatan ilmiah lainya teori berupaya merepresentasikan upaya terbaik manusia untuk memastikan struktur apa yang melandasi dunia tempat kita hidup.
Penerapan dari beberapa teori belajar sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran, diantaranya yaitu :
1)      Membantu guru untuk memahami bagaimana siswa belajar
2)      Membimbing guru untuk merancang dan merencanakan proses pembelajaran
3)      Memandu guru untuk mengelola kelas
4)      Membantu guru untuk mengevaluasi proses, perilaku guru sendiri serta hasil belajar siswa yang telah dicapai
5)      Membantu proses belajar lebih efektif, efisien dan produktif
6)      Membantu guru dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada siswa sehingga dapat
7)      mencapai hasil prestasi yang maksimal.
Implikasi perkembangan teori pembelajaran sekarang sangat bervariasi dan lebih inovatif. Pendidik dapat menerapkan menurut aliran-aliran teori tertentu. Seperti teori behavioristik dalam pembelajaran guru memperhatikan tujuan belajar dan karakteristik siswa.






BAB III
PEMECAHAN MASALAH


A.      Manfaat Mempelajari Teori Belajar
             Belajar itu berfungsi sebagai alat mempertahankan kehidupan manusia. Artinya dengan ilmu dan teknologi hasil kelompok belajar manusia tertindas itu juga dapat digunakan untuk membangun benteng pertahanan. Iptek juga dapat dipakai unutk membuat senjata penangkis agresi sekelompok manusia tertentu yang mingkin bernafsu serakah atau mengalami gangguan Psycopaty yang berat watak merusak.
Menurut Rogers yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu:
1)      Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar
2)      Siswa tidak harus belajar tentang hal-hal yang tidak ada artinya
3)      Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya
4)      Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa
5)      Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses.
          Sedangkan manfaat dari mempelajari teori belajar adalah dapat menimbulkan tingkah laku organisme dengan adanya hubungan antara Stimulus (rangsangan) dengan Respond an dapat memperkuat hubungan antara Stimulus dan Respon tersebut.




b.      Manfaat Teori Belajar Bagi pendidik profesional
Tujuan utama para pendidik ialah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka, salah satunya dengan memanfaatkan teori belajar. Adapun manfaat teori belajar antara lain:
1)      Sebagai Landasan dalam penerapan materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian.
2)      Memberi dorongan kepada siswa agar menjadi manusia yang bebas tidak terikat oleh pendapat orang lain dn mengatur pribadinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan, norma dan etika yang ada.
3)      Dapat mengindentifikasikan keberhasilan aplikasi teori
4)      Mengetahui berbagai macam prilaku atau ciri-ciri siswa dan menemukan cara-cara untuk menyikapinya.
5)      Mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan dinamis.
6)      Membantu menyalurkan dan mengoptimalkan potensi masing-masing siswa .
Teori belajar selalu dikaitkan dengan ruang lingkup bidang psikologi bahwa ada beberapa aspek yang harus mendapat perhatian, yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor. Hal inilah yang melahirkan berbagai teori dalam pembelajaran yang telah kita ketahui diantaranya, teori behaviorisme, teori humanisme, dan teori kognitif. Proses belajar dalam teori-teori ini terdiri atas pembentukan asosiasi atau suatu pembentukan hubungan antara gagasan, ingatan atau kegiatan pancaindra. Proses belajar yang digambarkan seperti itu menurut Pavlov terdiri atas pembentukan asosiasi antara stimulus dan respons refleksif.
Menurut J.B. Watson dasar dari penemuan Pavlov tersebut yang merupakan istilah behaviorisme. Watson berpendapat bahwa perilaku manusia harus dipelajari secara objektif. Proses pembelajaran itu bergerak dengan pandangan secara menyeluruh dari situasi menuju segmen bahasa tertentu, yang disajikan menyerupai metode dengar ucap.



















BAB IV
KESIMPULAN
A.     Kesimpulan
1). Teori adalah cara-cara atau metode yang digunakan untuk mempelajari atau  meneliti sesuatu dalam sesuatu proses pembelajaran.
2).  Teori belajar adalah cara-cara aygn digunakan untuk memahami tingkah laku individu yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan.
3). Jenis-jenis teori belajar adalah, sebagai berikut:
·                    Koneksionisme
·                    Pembiasaan (Conditioning)
·                    Kognitif
·                    Konstruktivisme
4). Manfaat Teori belajar
·         Sebagai Landasan dalam penerapan materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian.
·         Memberi dorongan kepada siswa agar menjadi manusia yang bebas tidak terikat oleh pendapat orang lain
·         Dapat mengindentifikasikan keberhasilan aplikasi teori
·         Mengetahui berbagai macam prilaku atau ciri-ciri siswa dan menemukan cara-cara untuk menyikapinya.
·         Mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan dinamis.
·         Membantu menyalurkan dan mengoptimalkan potensi masing-masing siswa .


DAFTAR PUSTAKA
Andi.2009. Teori-teori Belajar. http://andi1988.wordpress.com/2009/01/28/teori-teori-belajar-2/. Diakses. 13 Desember 2011

Azhari, Ilyas. 1996. Psikologi Pendidikan. Semarang : Toha Putra.
Budiningsih, Asri.2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Moh. Uzer Usman. 1995. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nursyamsi.2003. Psikologi Pendidikan. Padang : Baitul Hikmah.
Slavin, R.E. 2000. Educational Psychology: Theory and Practice. Sixth Edition.  Boston: Allyn and Bacon

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.
.


Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking